Jet tempur Mikoyan MiG-31 (kode NATO: 'Foxhound') ialah pesawat tempur pencegat yang dikembangkan untuk menggantikan MiG-25 'Foxbat'. Pesawat interseptor pertahanan udara milik Rusia mempunyai sebuah kemampuan pengejaran dan penguncian sasaran multiple dari jarak jauh dan merupakan pesawat tempur Soviet pertama yang benar-benar mempunyai kemampuan look-down dan shoot-down.
Kunci dari efektivitas MiG-31 ialah radar antena array sedikit demi sedikit tetap Zaslon (Zaslon fixed phased array antenna radar) yang diberi nama isyarat “Flash Dance” oleh NATO, yang disebut sebagai radar pesawat tempur yang paling hebat. Mesin Soloviev D-38F6 gres telah dispesialkan untuk MiG-31 dengan tujuan untuk menambah jarak jangkau. Pada 1987, lebih dari 150 FOXHOUND yang dioperasikan di beberapa lokasi dari area Arkhangelsk di barat maritim USSR hingga timur jauh Soviet.
MIG-31 FOXHOUND di dedikasikan untuk misi pertahanan udara dalam negeri Soviet. Mig-31 membawa misil udara-ke-udara jarak-jauh AA-9 dan sanggup menyerang 4 sasaran dalam waktu bersamaan dengan AA-9.
Prototip MiG-31, diberi isyarat Ye-155MP terbang perdana tanggal 16 September 1975. Sangat seolah-olah dengan MiG-25, walaupun merupakan sebuah desain yang benar-benar baru, tetapi bertempat duduk ganda dengan operator senjata duduk di belakang pilot. 16% dari tubuhnya memakai materi titanium, sementara 33% ialah aluminium. Material ini bisa mengurangi bobot namun kuat. Tangki materi bakar diperbesar serta mesinnya memakai mesin turbofan low-bypass yang lebih efisien.
Prototip MiG-31, diberi isyarat Ye-155MP terbang perdana tanggal 16 September 1975. Sangat seolah-olah dengan MiG-25, walaupun merupakan sebuah desain yang benar-benar baru, tetapi bertempat duduk ganda dengan operator senjata duduk di belakang pilot. 16% dari tubuhnya memakai materi titanium, sementara 33% ialah aluminium. Material ini bisa mengurangi bobot namun kuat. Tangki materi bakar diperbesar serta mesinnya memakai mesin turbofan low-bypass yang lebih efisien.
Ye-155MP membawa radar gres yang lebih canggih, yang bisa mendeteksi sasaran di atas maupun di bawah pesawat, serta mengunci beberapa sasaran sekaligus.
MiG-31 dijuluki “radar terbang” oleh para pilot alasannya kemampuan avionikanya yang unik. Pesawat ini mempunyai sistem kendali “barrier” di pangkalannya dan dilengkapi dengan antena dengan susunan berfase pertama (PPA) di dunia. PPA berbeda dari radar klasik alasannya bisa menggerakkan sorotan di antena tetap, menghasilkan sejumlah sinar yang diperlukan, serta melacak aneka macam sasaran sekaligus.
“Barrier” ini sanggup mendeteksi 24 obyek pada jarak 200 kilometer. Komputer dalam pesawat MiG-31 sanggup menentukan empat sasaran paling berbahaya dan mengarahkan misil udara jarak jauh eksklusif pada sasaran tersebut. Jumlah maksimum sasaran yang sanggup diserang sekaligus ialah delapan. Empat sasaran lain dihancurkan dengan misil jarak sedang atau misil jarak dekat. Pesawat juga sanggup mengirim koordinat sasaran ke pesawat tempur dan misil antipesawat di darat.
MiG-31 seolah-olah dengan MiG-25, dengan susukan intake berada disamping tubuh dengan sayap yang terpasang di belakangnya dan mempunyai dua sirip vertikal. Memiliki konstruksi yang lebih berpengaruh dari MiG-25, namun dibatasi untuk manuver 5G pada kecepatan supersonik, alasannya MiG-31 tidak dirancang untuk pertempuran jarak erat (dogfight).
MiG-31 membawa materi bakar sebanyak 16,350 kg (36,050 lb) dengan suplemen sepasang tangki cadangan kapasitas 5000 liter (1320 galon) di bawah sayap. Pada versi berikutnya mempunyai sistem penambahan materi bakar di udara (aerial refuelling).
MiG-31 diterbangkan oleh seorang pilot dibantu seorang operator radar yang duduk di kokpit belakang. MiG-31 dan merupakan pesawat tempur pertama di dunia yang dilengkapi radar phased-array, yaitu Zaslon S-800. Radar ini mempunyai jarak deteksi terhadap sasaran kecil sejauh 200 km (125 mil), serta bisa mengunci 10 sasaran dan menyerang 4 sasaran secara bersamaan. MiG-31 juga mempunyai penjejak infra merah (IRST / Infra-red Search and Tracking) yang sanggup dikeluar-masukkan dari bawah hidungnya.
Versi pengembangannya dinamai MiG-31M 'Foxhound-B' mempunyai radar Zaslon-M dengan jarak deteksi lebih jauh, sekitar 400 km (250 mil) untuk sasaran seukuran AWACS, serta bisa menyerang 6 sasaran sekaligus. Versi ini juga mempunyai pod ECM (Electronic Counter Measures) di ujung sayapnya.
Empat MiG-31 sanggup bertindak sebagai pesawat mini-AWACS dengan masing-masing memonitor wilayah seluas 200 km dan saling berkoordinasi dengan datalink.
MiG-31 mempunyai empat gantungan senjata di bawah sayap dan sanggup membawa empat rudal jarak jauh R-33 ('AA-9 'Amos') sebagai senjata utama. Bisa juga membawa R-40 (AA-6 'Acrid'), ataupun rudal jarak pendek R-60 (AA-8 'Aphid') dan R-73 (AA-11 'Archer'). Beberapa MiG-31 dimodifikasi supaya bisa membawa rudal R-77 (AA-12 'Adder'). MiG-31 juga mempunyai kanon 23mm 6-laras GSh-6-23 dengan 260 butir peluru yang terletak di depan roda pendarat kanan. Tetapi pada versi MiG-31M kanon ini dihilangkan supaya sanggup membawa suplemen dua rudal R-33 atau R-37.
Empat peluru kendali dari jarak jauh P-33 ditempatkan di posisi pada perangkat peluncuran AKU-410, dipasang pada permukaan yang lebih rendah dari bab tengah tubuh pesawat. Rocket berat 480 kg, hulu ledak berat tubuh - 47 kg, jarak tembak - 120 km.
Dalam buku "Lockheed Blackbird: Beyond The Secret Missions" karya Paul Crickmore.
Dalam buku itu disebutkan bahwa salah seorang pilot pertama Foxhound (MiG-31), Kapten Mikhail Myagkiy, yang telah beberapa kali menerbangkan MiG-31 untuk mencegat pesawat jasus AS super cepat tersebut, menjelaskan bagaimana ia sanggup mengunci Blackbird pada 31 Januari 1986.
"Skema untuk mencegat SR-71 terjadi hingga detik akhir, dan MiG harus memulainya sempurna 16 menit sehabis muncul peringatan awal. Mereka memberitahu kami untuk mencegat pada pukul 11.00. Mereka membunyikan alarm dengan bunyi melengking dan kemudian dikonfirmasi dengan pengeras suara. Munculnya sebuah SR-71 selalu disertai dengan kegelisahan. Semua orang mulai berbicara dengan bunyi hiruk pikuk, bergegas, dan bereaksi terhadap situasi itu dengan emosi menggelora."
Myagkiy dan MiG-31-nya bisa mencapai Blackbird dan menguncinya pada ketinggian 52.000 kaki (15,8 km) dan pada jarak 120 km dari sasaran. Foxhound kemudian naik di 65.676 kaki (20 km) di mana awak bisa melihat Blackbird dan berdasarkan Myagkiy:
"Seandainya pesawat jasus (SR-71) melanggar wilayah udara Soviet, peluncuran rudal akan dilakukan. Tidak ada pesawat yang bisa menghindari rudal R-33." Setelah agresi intersepsi ini, Blackbird dikabarkan tidak pernah lagi terbang untuk melaksanakan misi pengintaian di wilayah udara Uni Soviet. Artinya sulit pesawat tempur lain, termasuk pesawat pengintai untuk bisa lolos dari MIG-31 ini.
Dikutip dari aneka macam sumber:
Ref. https://id.wikipedia.org/wiki/Mikoyan_MiG-31
Ref. https://id.wikipedia.org/wiki/Mikoyan_MiG-31




No comments